Pertamina, Petronas dan Janji Jokowi
Dalam kehidupan sekarang, setiap komponen masyarakat tidak bisa lepas dari penggunaan bahan bakar, mulai dari premium, pertalite, ataupun pertamax untuk mengoperasikan kendaraan bermotor. Semua jenis bahan bakar ini di kelola oleh sebuah BUMN yakni Pertamina. Tulisan ini dibuat sebagai bahan acuan tambahan untuk masyarakat yang ingin tahu apakah kebutuhan bahan bakar kita sudah memiliki kualitas yang lebih baik dibanding priode kepemimpinan sebelumnya. Mengingat bahwa salah satu janji dari bapak Jokowi sebelumnya adalah membesarkan pertamina melebihi dari pertronas. Maka setelah berlalu empat tahun, kita bisa analisa bersama apakah kualitas pertamina sudah melebihi kualitas Petronas milik negara tetangga.
Pertama, yang perlu kita sama-sama ketahui adalah bagaimana kualitas dari bahan bakar yang kita gunakan saat ini. Untuk setiap jenis bahan bakar, ada yang namanya RON (Research Octane Number) sebagai takaran mengetahui kualitas pembakaran. Semakin tinggi nilai RON maka akan semakin hemat dan bagus kualitas mesin. Untuk Pertamina Indonesia, terdapat tiga jenis yang umum digunakan yakni premium, pertalite, dan pertamax (sekarang juga ada pertamax plus untuk kota-kota tertentu).
Berdasarkan situs resmi pertamina, nilai oktan untuk Premium adalah RON 88, Pertalite adalah RON 90, Pertamax adalah RON 92, serta Pertamax plus adalah RON 95. Sayang sekali Pertamax plus masih jarang di daerah kita, sehingga bisa dikatakan bahwa kualitas RON yang ditawarkan Pertamina di Indonesia adalah kisaran RON 88 ke RON 92.
Di Malaysia terdapat dua jenis RON, yang pertama adalah RON 95, dan yang kedua adalah RON 97. Sehingga bisa disimpulkan adalah jenis kualitas bahan bakar yang ditawarkan Petronas Malaysia adalah paling rendah RON 95 dan yang paling tinggi RON 97.
Dengan membandingkan kedua fakta tersebut, maka bisa dikatakan dari segi kualitas bahan bakar yang disediakan oleh pemerintah Indonesia masih kalah dari kualitas bahan bakar dari negeri tetangga. Untuk jenis bahan bakar terbaik kita yakni pertamax, memikili RON 92. Dimana hal ini bahkan belum bisa mencapai nilai dari bahan bakar kualitas paling rendah di negera Malaysia. Dengan kata lain, yang terbaik yang kita punya masih dibawah dari yang terburuk di negara orang. Jadi dapat di ambil kesimpulan bahwa dalam segi kualitas RON, Indonesia masih kalah dengan Malaysia.
Untuk lebih lanjut, saya juga ingin menjabarkan kualitas bahan bakar dari Pertamina dalam perspektif harga. Secara langsung setelah mengecek info dari website resmi pertamina dan petronas, kita bisa melihat bahwa harga yang ditawarkan pemerintah Malaysia juga lebih murah dibanding dengan harga yang dipatok oleh pemerintah Indonesia. Dilansir dari Pertamina.com, untuk daerah Kalimantan Selatan pada tanggal 17 Agustus 2018 maka harga pertalite (RON 90) adalah Rp 8.000 dan harga Pertamax (RON 92) adalah Rp 9.700. Sedang di Malaysia harga untuk RON 95 adalah 2.20 RM, dan RON 97 adalah 2.69 RM. Dengan nilai tukar rupiah sekarang adalah 1 RM sama dengan Rp 3.594,68, maka Rp 7.908,30 untuk RON 95 dan Rp 9.669,69 untuk RON 97. Sehingga bisa dilihat dengan jelas, di Malaysia untuk RON 95, memiliki harga yang sama dengan Pertalite (RON 90) di Indonesia yakni sekitar 8.000, dan untuk RON 97 sama dengan Pertamax (RON 92) yakni sekitar 9.700.
Berdasarkan data yang diuraikan diatas. Kita dapatkan dua kesimpulan. Kesimpulan pertama adalah kualitas RON yang ditawarkan oleh Pertamina masih dibawah kualitas RON yang ditawarkan oleh Petronas Malaysia dan Kesimpulan kedua adalah harga yang ditawarkan Pertamina adalah sama dengan Petronas walau dengan kualitas RON yang masih kalah. Oleh karena itu, berdasarkan setiap data yang ada diatas memunjukan bahwa pemerintahan bapak Jokowi sekarang masih belum mampu meningkatkan kualitas Pertamina untuk mengalahkan Petronas sebagaimana janji yang dibuat oleh beliau pada tahun 2014 yang lalu. Seandainya tulisan ini dibaca oleh beliau, semoga bisa menjadi motivasi sehingga bisa membuat kebijakan yang lebih baik.
Referensi:
https://www.google.co.id/amp/s/bisnis.tempo.co/amp/678224/ini-beda-premium-pertalite-pertamax-dan-pertamax-plus
https://petrolpricemalaysia.info
https://m.detik.com/finance/energi/d-2627515/janji-jokowi-jk-besarkan-pertamina-kalahkan-petronas
https://pertamina.com/id/news-room/announcement/daftar-harga-bbk-tmt-17-juli-2018
Pertama, yang perlu kita sama-sama ketahui adalah bagaimana kualitas dari bahan bakar yang kita gunakan saat ini. Untuk setiap jenis bahan bakar, ada yang namanya RON (Research Octane Number) sebagai takaran mengetahui kualitas pembakaran. Semakin tinggi nilai RON maka akan semakin hemat dan bagus kualitas mesin. Untuk Pertamina Indonesia, terdapat tiga jenis yang umum digunakan yakni premium, pertalite, dan pertamax (sekarang juga ada pertamax plus untuk kota-kota tertentu).
Berdasarkan situs resmi pertamina, nilai oktan untuk Premium adalah RON 88, Pertalite adalah RON 90, Pertamax adalah RON 92, serta Pertamax plus adalah RON 95. Sayang sekali Pertamax plus masih jarang di daerah kita, sehingga bisa dikatakan bahwa kualitas RON yang ditawarkan Pertamina di Indonesia adalah kisaran RON 88 ke RON 92.
Di Malaysia terdapat dua jenis RON, yang pertama adalah RON 95, dan yang kedua adalah RON 97. Sehingga bisa disimpulkan adalah jenis kualitas bahan bakar yang ditawarkan Petronas Malaysia adalah paling rendah RON 95 dan yang paling tinggi RON 97.
Dengan membandingkan kedua fakta tersebut, maka bisa dikatakan dari segi kualitas bahan bakar yang disediakan oleh pemerintah Indonesia masih kalah dari kualitas bahan bakar dari negeri tetangga. Untuk jenis bahan bakar terbaik kita yakni pertamax, memikili RON 92. Dimana hal ini bahkan belum bisa mencapai nilai dari bahan bakar kualitas paling rendah di negera Malaysia. Dengan kata lain, yang terbaik yang kita punya masih dibawah dari yang terburuk di negara orang. Jadi dapat di ambil kesimpulan bahwa dalam segi kualitas RON, Indonesia masih kalah dengan Malaysia.
Untuk lebih lanjut, saya juga ingin menjabarkan kualitas bahan bakar dari Pertamina dalam perspektif harga. Secara langsung setelah mengecek info dari website resmi pertamina dan petronas, kita bisa melihat bahwa harga yang ditawarkan pemerintah Malaysia juga lebih murah dibanding dengan harga yang dipatok oleh pemerintah Indonesia. Dilansir dari Pertamina.com, untuk daerah Kalimantan Selatan pada tanggal 17 Agustus 2018 maka harga pertalite (RON 90) adalah Rp 8.000 dan harga Pertamax (RON 92) adalah Rp 9.700. Sedang di Malaysia harga untuk RON 95 adalah 2.20 RM, dan RON 97 adalah 2.69 RM. Dengan nilai tukar rupiah sekarang adalah 1 RM sama dengan Rp 3.594,68, maka Rp 7.908,30 untuk RON 95 dan Rp 9.669,69 untuk RON 97. Sehingga bisa dilihat dengan jelas, di Malaysia untuk RON 95, memiliki harga yang sama dengan Pertalite (RON 90) di Indonesia yakni sekitar 8.000, dan untuk RON 97 sama dengan Pertamax (RON 92) yakni sekitar 9.700.
Berdasarkan data yang diuraikan diatas. Kita dapatkan dua kesimpulan. Kesimpulan pertama adalah kualitas RON yang ditawarkan oleh Pertamina masih dibawah kualitas RON yang ditawarkan oleh Petronas Malaysia dan Kesimpulan kedua adalah harga yang ditawarkan Pertamina adalah sama dengan Petronas walau dengan kualitas RON yang masih kalah. Oleh karena itu, berdasarkan setiap data yang ada diatas memunjukan bahwa pemerintahan bapak Jokowi sekarang masih belum mampu meningkatkan kualitas Pertamina untuk mengalahkan Petronas sebagaimana janji yang dibuat oleh beliau pada tahun 2014 yang lalu. Seandainya tulisan ini dibaca oleh beliau, semoga bisa menjadi motivasi sehingga bisa membuat kebijakan yang lebih baik.
Referensi:
https://www.google.co.id/amp/s/bisnis.tempo.co/amp/678224/ini-beda-premium-pertalite-pertamax-dan-pertamax-plus
https://petrolpricemalaysia.info
https://m.detik.com/finance/energi/d-2627515/janji-jokowi-jk-besarkan-pertamina-kalahkan-petronas
https://pertamina.com/id/news-room/announcement/daftar-harga-bbk-tmt-17-juli-2018

Mantapp.. Hehhe
BalasHapusTerimakasih
Hapus